Single Mom tak jadi Masalah, ini Buktinya!

WOMERA.ID – Seorang ibu yang berusia 52 tahun ini adalah sosok perempuan kuat, tegar, dan sabar di dunia. Yang memiliki keinginan atau cita-cita untuk anaknya menjadi anak yang berilmu dari segi ilmu pengetahuan dan keagamaan. Sosok ibu ini memiliki kehidupan yang terbilang sangat sederhana, tak membuat perempuan terkuat ini lupa akan pentingnya sebuah pendidikan. Anaknya adalah tumpuan hidup bagi sosok perempuan ini, agar menjadi anak yang sukses dan dapat mengangkat derajat keluarganya dengan kesuksesan yang cemerlang dari keringatnya sendiri.

Ibu Hj.Umi, adalah sapaan untuk orang orang yang mengenalnya, walau hanya tamatan SD tak ada seorang pun yang menutup pemikirannya tentang dunia pendidikan. Sosok ini mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi (universitas) swasta yang ternama di kota malang, ibu hj.umi adalah seorang penjual sembako. Hj.umi yang sifatnya wanita pekerja keras sejak kecil tanpa bantuan siapapun, yang setiap pukul 04.00 pagi berbelanja ke pasar dan langsung membuka toko pukul 05.00 sampa 20.00 malam. Saat ditemui di tokonya, ia mengatakan tidak masalah soal biaya yang dikeluarkan untuk masalah pendidikan ia siap. Masalah biaya jika kita memang ada niat belajar dan ada bantuan dari yang kuasa maka semuanya akan berjalan baik dan lancar begitu ujarnya. 

Sosok perempuan yang sudah mengalami banyak pahit dan manisnya kehidupan, masalah keluarga yang dialaminya sejak kecil yang sudah diajarkan arti kata “pengorbanan” dari orang tuanya dulu, dimana sosok ini sudah menjadi penopang bagi semua anggota keluarganya meskipun beliau perempuan. Pengorbanan yang beliau berikan bagi keluarganya cukup besar, ketika semua kakak-kakaknya bersekolah sampai ke perguruan tinggi, sosok ini hanya mau bersekolah di jenjang SD saja, bahkan ia yang membiayai kedua kakak laki-lakinya mulai dari sekolah sampai akan berumah tangga. Sudah cukup banyak uang dan tenaga yang beliau keluarkan untuk kehidupan keluarganya, banyak tetes air mata yang menjadi saksi betapa pahitnya kehidupan yang beliau alami tanpa adanya seseorang yang menjadi tempat pengaduannya.

Keinginan yang kuat dari perempuan ini demi melihat anak-anaknya mendapat pendidikan yang layak dan mendapatkan ilmu yang akan menjadi bekal masa depannya, tentunya dengan keinginan merubah nasib. Sedikit demi sedikit uang penjualannya dikumpulkan untuk biaya anak-anaknya menempuh pendidikan ke perguruan tinggi. Kesadarannya akan sebuah pendidikan yang utama, membuatnya banting tulang dan menguras cukup banyak pikiran yang beliau tanggung sendiri untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Kebutuhan anak anaknya dalam mengenyam pendidikan memang sangat berat, namun perempuan yang lahir 8 agustus 1969 ini tak pernah patah semangat, walaupun banyak tantangan yang menghadang di depannya bahkan banyak tetangga yang mencibirnya karena keinginannya terlalu tinggi menyekolahkan anaknya ke universitas ternama.  

Perjalanan hidup sosok perempuan setengah baya ini dijalani dari titik satu ke titik lainnya, memang berat namun tetap harus dijalani. Ibu Hj. Umi memiliki 2 anak yang pertama sudah bekerja dan yang terakhir masih menempuh pendidikan di universitas swasta malang, beliau ditinggal mati suaminya akibat kecelakaan. Rasa lelah dan capek tentu ada tapi tidak ingin ditunjukkan ke mata anak-anaknya, beliau harus mampu melawan rasa lelah dan capeknya seorang diri. Ibu Hj.Umi mulai membuka tokonya sejak tahun 2015 mulai dari pagi hingga petang belum lagi mengurus rumah demi melihat anak-anaknya dapat mengangkat derajat keluarga. Penghasilan yang beliau dapat setiap harinya tidak tetap tergantung pembelinya ramai atau sepi yang tergantung berapa banyak pembeli, ibu Hj. Umi mengatakan kalau di bulan puasa sangat ramai karena pembeli menyediakan stok sembako sehingga cukup banyak keuntungan yang beliau dapat di bulan puasa, dan di musim pernikahan beliau cukup banyak untungnya.

Dari penghasilan tersebut, beliau ibu Hj.Umi digunakan sebagai modal usaha dan menabung untuk biaya sekolah anaknya. Karena sifat mandirinya itu, beliau tidak ingin memberatkan siapapun meskipun ada saudaranya, maka dari itu beliau mencari jalan lain (membuka usaha sembako) agar hidupnya tidak numpang ke saudara-saudaranya. Beliau hanya mengandalkan Allah di setiap perjalanannya, selain itu tidak ada. Karena manusia hanya memberi harapan tapi tidak dengan Allah SWT. Tidak banyak usaha yang beliau lakukan, selain terus berusaha dan berdoa kepada tuhan ujar ibu Hj.Umi.

Harapan ibu Hj.Umi hanya ingin melihat anak-anaknya sukses, hidup mandiri seperti anak lainnya. Beliau tidak banyak menuntut kepada anak-anaknya asal hidupnya senang beliau juga ikut senang.-AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *