PCOS Jadi Gangguan Hormon yang Sering Dikeluhkan Para Perempuan loh, Yuk Cari Tahu Apa Itu PCOS !

WOMERA.ID- Syndrome ovarium polycystic atau polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang sering di keluhkan perempuan di usia subur. 

Hormon androgen yang berlebih pada penderita PCOS dapat menyebabkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong kantog cairan. Kondisi ini mengakibatkan telur tidak berkembang dengan baik dan gagal dilepaskan secara teratur.

Polycytic ovarium syndrome juga dapat membuat penderita mandul dan lebih rentan terhadap diabetes dan tekanan darah tinggi.

Tanda sindrom ovarium polycytic yaitu:

  1. Ketidak seimbangan hormon reproduksi: pada Wanita dengan PCOS, kadar hormon luteinizing (LH) dalam tubuh meningkat, yang dapat memengaruhi fungsi normal ovarium selain itu, mereka juga menunjukkan kadar testosterone yang tinggi, hormon seks pria yang biasanya dimiliki Wanita dalam jumlah kecil.
  2. Anovulasi: PCOS menyebabkan gangguan pada ovulasi sehingga ovarium tidak mengeluarkan sel telur secara teratur, akibatnya siklus haid menjadi tidak teratur, memendek atau bahkan tidak tidak ada sama sekali.
  3. Pertumbuhan rambut berlebih (hirutisme): Peningkatan hormon testosteron pada PCOS dapat menyebabkan rambut berlebih di wajah, dada, perut atau bagian lainnya, yang biasanya tidak umum terjadi pada wanita.
  4. Jerawat dan perubahan kulit: Peningkatan kadar testosteron juga dapat menyebabkan kulit, berminyak dan berjerawat pada wanita penderita PCOS.
  5. Resistensi insulin: Banyak wanita penderita PCOS juga mengalami resistensi insulin, yang terjadi saat tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Ini dapat meningkatkan gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Penting untuk dicatat bahwa gejala dan tingkat keparahan PCOS dapat bervariasi dari orang ke orang. Mendiagnosis PCOS biasanya melibatkan Riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan tes pendukung seperti tes darah dan USG. Perawatan untuk PCOS mungkin termasuk perubahan gaya hidup. Minum obat untuk mengatur siklus menstruasi, mengendalikan resistensi insulin atau terapi hormon, tergantung gejala dan kebutuhan individu konsultasikan dengan dokter anda untuk diagnosis yang benar dan rekomendasi perawatan yang tepat.

https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-menderita-sakit-perut-5938358/

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) dapat memiliki sejumlah efek dan dampak pada kesehatan wanita. Kemungkinan konsekuensi dari PCOS meliputi:

  1. Gangguan menstruasi: salah satu akibat paling umum dari PCOS adalah ketidak teraturan menstruasi. Wanita dengan PCOS sering mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, jarang, sangat ringan atau berat, dan tidak ada menstruasi sama sekali (menorrhoea).
  2. Masalah kesuburan: PCOS dapat membuat sulit untuk hamil. Gangguan ovulasi yang terkait dengan PCOS mempersulit wanita untuk melepaskan sel telur secara teratur, sehingga mengurangi peluang kehamilan.
  3. Masalah Kesehatan jangka Panjang: PCOS juga dapat meningkatkan risiko kompilasi jangka Panjang seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan sindrom metabolic.
  4. Gangguan emosional: Wanita dengan PCOS mungkin mengalami masalah emosional seperti depresi, kecemasan, dan kurang percaya diri akibat gejala dan perubahan hormonal yang dialami.

Syndrome ovarian polycystic (PCOS) tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi pengobatan yang baik dapat membantu mengendalikan gejala dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu mengobati PCOS:

  1. Perubahan gaya hidup dan pola makan sehat: membuat pilihan gaya hidup sehat dapat membantu mengelola PCOS. Fokus pada diet sehat yang mencakup serat tinggi, olahraga rendah karbohidrat secara teratur, dan menjaga berat badan yang sehat. Penting juga untuk menghindari makanan olahan dan manis serta makanan dengan porsi seimbang.
  2. Menjaga berat badan yang sehat: jika kamu kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan yang sehat dapat membantu mengurangi gejala PCOS dan meningkatkan kesuburan. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi anda untuk merancang rencana penurunan berat badan yang sesuai dengan kebutuhan anda.
  3. Pengaturan siklus menstruasi: untuk wanita dengan ketidakteraturan menstruasi, dokter mungkin akan meresepkan pil KB hormonal atau obat lain untuk mengatur siklus menstruasi dan meredakan gejala seperti nyeri dan pendarahan hebat.
  4. Terapi hormonal: jika kamu memiliki masalah kesuburan, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk merangsang ovulasi, seperti clomiphene citrate. Perawatan hormonal lainnya seperti metformin atau spironolactone juga dapat menurunkan kadar testosterone dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  5. Mengelola resistensi insulin: Resistentsi insulin adalah masalah umum pada PCOS. Dokter dapat meresepkan obat obatan seperti metformin yang membantu mengurangi resistensi insulin dan mengendalikan kadar gula darah.
  6. Pengobatan simptomatik: Gejala seperti hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebih) dan jerawat dapat diobati dengan berbagai metode, termasuk perawatan kulit, penggunaan obat tetes atau prosedur medis seperti elektrolisis atau laser.-NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *