Ternyata Jenis Keputihan Ada Banyak loh! Sudah tau?

WOMERA – ID Keputihan adalah suatu kondisi di mana seorang wanita mengeluarkan cairan dari vagina. Keputihan adalah proses alami tubuh wanita yang membersihkan vagina dan melindunginya dari infeksi. Keputihan yang normal biasanya bening atau putih susu, agak kental, dan berbau agak asam. Frekuensi normal dan jumlah keputihan bervariasi dari Wanita ke wanita dan dapat dipengaruhi oleh siklus menstruasi, kehamilan, dan hormon. Namun, jika keputihan disertai dengan gejala lain, seperti bau tidak sedap, gatal, rasa terbakar saat buang air kecil atau hubungan seksual atau warna dan tekstur yang berbeda dapat mengindikasikan keputihan yang tidak normal dan anda harus segera mencari pertolongan medis.

Berikut beberapa jenis keputihan pada wanita:

  1. Keputihan normal: keputihan yang normal biasanya berwarna putih susu atau bening dan berbau sedikit asam. Keputihan normal ini bisa terjadi pada wanita manapun dan merupakan cara tubuh membersihkan vagina dan infeksi.

Keputihan yang normal pada wanita di sebabkan oleh keluarnya cairan dari vagina yang berfungsi membersihkan dan melindungi alat kelamin wanita. Cairan ini di produksi  oleh kelenjar di dinding vagina dan leher rahim. Keputihan yang normal biasanya tidak berbahaya dan menyerang hampir semua wanita, terutama wanita usia subur.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah dan frekuensi keputihan normal pada wanita yaitu:

  1. Siklus menstruasi: Wanita biasanya mengalami peningkatan keputihan selama ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan menstruasi.
  2. Kehamilan: Saat hamil, tubuh wanita memproduksi lebih banyak cairan vagina untuk melindungi dan mempersiapkan persalinan.
  3. Hormon: perubahan hormon dalam tubuh, seperti pubertas, kehamilan, atau menopause,dapat mempengaruhi jumlah dan frekuensi keputihan.
  4. Aktivitas seksual: Hubungan seksual dapat meningkatkan produksi keputihan.
  5. Penggunaan kontrasepsi: Jenis KB, dapat mempengaruhi jumlah dan jenis keputihan yang terjadi.
  6. Keputihan abnormal: keputihan abnormal dapat disebabkan oleh infeksi, alergi atau kondisi medis tertentu. Keputihan abnormal dapat bervariasi dalam warna, bau dan tekstur, seperti cairan berwarna kekuningan, hijau, atau abu abu, berbau busuk atau amis, dan bertekstur lengket atau berbusa.

keputihan abnormal pada Wanita dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain infeksi bakteri, jamur atau virus, perubahan hormonal, reaksi alergi terhadap produk atau zat pembersih, dan kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan keputihan abnormal pada Wanita yaitu:

  1. Vaginosis bakteri: Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebihan di vagina. Keputihan abnormal yang berhubungan dengan vaginosis bakteri cenderung berbau amis.
  2. Infeksi jamur: Infeksi jamur, atau candidiasis, disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan di vagina. Keputihan abnormal akibat infeksi jamur biasanya berwarna putih kekuningan atau abu abu dan teksturnya kental.
  3. Infeksi menular seksual: Beberapa penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan herpes, dapat menyebabkan keputihan abnormal.
  4. Kondisi medis: Kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kanker rahim, atau infeksi saluran kemih, juga dapat menyebabkan keputihan abnormal.
  5. Reaksi alergi: Reaksi alergi terhadap pruduk pembersih atau kain yang bersentuhan dengan area genital juga dapat menyebabkan kebutihan abnormal.
  6. Keputihan tipe ovulasi: Keputihan tipe ovulasi terjadi Ketika tubuh wanita sedang dalam masa subur. Keputihan ini biasannya berwarna putih bening atau agak kental dan terjadi pada pertengahan siklus haid.

Keputihan tipe ovulasi, atau keputihan normal pada wanita yang terjadi selama ovulasi, atau pelepasan sel telur dari ovarium. Keputihan tipe ovulasi dapat diikenali dari tekstur dan konsistensinya yang licin, bening atau sedikit keruh, atau mirip dengan putih telur mentah.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah dan jenis keputihan ovulasi yaitu:

  1. Siklus menstruasi: keputihan tipe ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.
  2. Hormon: Hormon estrogen yang meningkat selama ovulasi mempengaruhi produksi lendir atau cairan vagina.
  3. Kehamilan: Keputihan tipe ovulasi dapat terjadi selamakehamilan karena perubahan hormonal dalam tubuh.

Keputihan tipe ovulasi biasanya normal dan tidak berbahaya. Namun, jika disertai dengan gejala lain seperti rasa sakit di daerah panggul atau perdarahan vagina yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada masalah medis yang serius.

  1. Keputihan saat hamil; Saat hamil, tubuh wanita memproduksi keputihan lebih banyak,yang bisa terlihat seperti keputihan. Cairan ini biasanya berwarna bening atau agak keputihan, tidak berbau dan berlendir.

Keputihan selama kehamilan cukup umum terjadi karena perubhan hormonal dalam tubuh wanita. Saat tubuh wanita memproduksi lebih banyak hormon estrogen yang dapat meningkatkan aliran darah ke area genital dan memperbanyak lendir atau keputihan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan keputihan selama kehamilan yaitu:

  1. Hormon: Hormon estrogen yang tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir atau cairan vagina.
  2. Infeksi: infeksi seperti vaginosis bakteri atau infeksi ini dapat menyebabkan kompulasi pada kehamilan dan janin jika tidak diobati.
  3. Perdarahan: Beberapa wanita hamil mungkin mengalami sedikit peredarahan atau bercak-bercak selama kehamilan, ini dapat disebabkan oleh implantasi janin atau masalah kesehatan lain seperti plasenta previa.

jika keputihan selama kehamilan disertai dengan gejala lain seperti gatal, rasa terbakar, atau bau yang tidak sedap, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada masalah medis yang serius. Penting memantau keputihan selama kehamilan dan memberitahu dokter tentang perubahan apapun untuk mencegah komplikasi pada kehamilan dan janin.-NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *