Hubungan Toxic, Kontrol Yang Berlebihan Terhadap Pasangan

Kontrol pasangan adalah perilaku yang melibatkan Upaya untuk mengontrol atau mendominasi hamper setiap aspek kehidupan pasangan. Ini dapat mencakup mengontrol komunikasi, menolak berteman dengan orang lain, mengatur keuangan menentukan pakaian dan keputusan lain yang seharusnya menjadi hak pribadi dan independent pasangan.

Perilaku seperti itu tidak sehat dan dapat merusak hubungan. Ini mencerminkan kurangnya kepercayaan, rasa tidak aman dan kebutuhan untuk mengendalikan pasangan. Control yang berlebihan menghambat perkembangan individu, mengurangi kebahagiaan dan dapat menyebabkan konflik tterus menerus dalam hubungan.

“hubungan toxic itu tidak dibenarkan. Serta setiap individu itu memiliki kehidupan pribadi masing-masing terlepas dia udah punya pasangan atau belum gitu kak. Dan perlu disadari juga, ketika seseorang sudah menikah dia masih memiliki kehidupan pribadinya kok, contohnya jalan-jalan bareng temen, diskusi bareng sahabat, tetapi memang tetap menggunakan aspek izin. Dari sinilah bisa dilihat bahwa nanti akan ada kesenjangan antara hubungan antara satu dan lainnya.” Ujar Salah satu mahasiswa psikologi.

Contoh pacar yang sangat “beracun” dan akan merugikan hidupmu adalah mereka yang senang bermain tangan. Saat sedang emosi, mereka biasanya melakukan tindakan kekerasan. Baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan verbal.

Sebelum melangkah jauh, Anda harus segera membuat keputusan. Apakah perlu untuk melanjutkan hubungan? Umumnya, orang yang ringan posesif. 

mereka yang memiliki sikap kekanak-kanakan.Bertingkah seperti anak kecil berbeda dengan manja. Mereka bertindak dan mengambil keputusan sesuai dengan kehendaknya tanpa sadar akan tanggung jawabnya. Bahkan ketika mereka sudah dewasa.

Pasangan dengan sikap kekanak-kanakan akan menghambat aktivitas Anda. Ketika Anda sedang bekerja dan membutuhkan waktu untuk berkonsentrasi, seseorang dapat menelepon hanya untuk bertanya atau membicarakan hal-hal kecil. 

Baca Juga : Penyebab Hubungan Asmara Tidak Sehat

Saat anda merasa terjebak dalam hubungan dengan pasangan yang selalu mengontrol, penting untuk mencari dukungan dan perhatian. Berikut beberapa langkah yang dapat anda lakukan:

  1. Kesadaran diri: Kenali tanda tanda terlalu mengontrol dan pahami bahwa ini bukanlah perilaku yang sehat atau normal dalam suatu hubungan.
  2. Jaga komunikasi terbuka:  Diskusikan masalah dengan pasangan anda. Bagikan pasangan anda dan ciptakan ruang untuk percakapan yang jujurdan terbuka.
  3. Tetapkan batasan pribadi: Kenali Batasan dan kebutuhan pribadi anda dalam suatu hubungan tetap setia pada nilai dan keinginan anda sendiri.
  4. Cari dukungan: Bicaralah dengan teman dekat, keluarga, atau bahkan konselor yang dapat memberi anda perspektif objektif dan membantu anda.
  5. Evaluasi hubungan anda: Pertimbangkan aktivitas yang lebih giat jika dominasi terus memengaruhi Kesehatan anda. Ini mungkin berarti mencari bantuan professional atau bahkan mengakhiri hubungan yang tidak sehat atau toxic.

Ingatlah kontrol yang berlebihan bukanlah cinta atau perhatian yang sehat. Setiap hubungan harus di dasarkan pada rasa paling perasaan dan menghormati serta memberi ruang bagi perkembangan individu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *