Perubahan Gaya Hijab Yang Kembali ke Zaman Lampau

WOMERA.ID – Tahukah kamu bagaimana perkembangan hijab dari waktu ke waktu? Jika dilihat dan diingat-ingat dengan cermat, belakangan ini gaya hijab tampaknya seperti kembali ke masa lampau mulai dari gaya hingga bahan kainnya. Dengan banyaknya gaya hijab yang bisa kita pelajari dari berbagai media, tentunya kita juga harus kreatif dalam memindai dan memilih gaya mana yang sesuai dengan kepribadian diri kita.

Seiring berjalannya waktu, tentu kreativitas dalam membentuk gaya hijab juga makin bertambah. Salah satunya yang sedang tren saat ini adalah gaya hijab yang terlihat bagian lehernya, yang mana gaya hijab ini juga menjadi perbincangan yang lumayan sering dibahas. Yang menjadi perhatian adalah bagian leher yang terbuka, karena dalam agama Islam sendiri terdapat aturan yang menyebutkan batasan-batasan aurat bagi wanita, yang mana leher merupakan bagian yang sepatutnya dihijab juga.

Figure 1 Lutfia Nurfaizah, Duta Hijab Radar Malang Ukhuwah 2022. (Kasih fotonya)

“Menurutku fashion adalah bagian dari seni, dan seni itu tidak ada ikatan dan bebas karena yang paling penting adalah nilai estetikanya. Kalau pandanganku sendiri tentang hijab yang terbuka bagian lehernya, itu adalah hal yang wajar dan oke untuk dunia fashion. Tapi kalau aku pribadi, aku tidak menginginkan hal tersebut dikarenakan kurang cocok dengan agama Islam. Walaupun aku sendiri juga tidak terlalu konservatif dalam beragama, namun aku tidak menginginkan hal tersebut dan yang terpenting adalah menutupi bagian yang semestinya,” ungkap Lutfia.

Namun, ada hal lain yang menjadi sorotan dalam gaya hijab ini, yaitu mengenai gayanya yang katanya ‘Seperti kembali ke zaman dahulu’.

[SUMBER : INSTAGRAM NURFABIEN]

Benarkah Gaya Hijab Kembali ke Zaman Lampau?

“Trend fashion itu selalu berputar. Seperti misalnya kacamata yang saat ini trend-nya bulat, padahal itu zaman dahulu banget, ada juga celana kulot dan begitu juga hijab. Sekarang kan banyak hijab instan yang banyak dipakai, atau yang biasa kita namai dengan bergo. Jadi perubahan gaya hijab menurut pandanganku selalu berulang sejarahnya,” ungkap Lutfia Nurfaizah, Duta Hijab Radar Malang Ukhuwah 2022, pada Mei 2023.

Gaya hijab memang sangat penting. Ada tipe orang yang selalu update dan membeli hijab sesuai tren yang berlangsung, dan ada juga yang tidak selalu mengikuti perubahan tersebut. Menurut tiga narasumber yang telah diwawancarai, banyak gaya hijab zaman sekarang yang memang terinspirasi dari zaman dahulu, salah satunya gaya hijab dengan cemiti ke belakang yang sedang trend saat ini.

Figure 2 Arunia Ayliyah, Selebgram. (Kasih Foto)

“Menurutku hijab zaman sekarang memang kembali ke zaman dahulu. Seperti hijab instan, lalu hijab yang di cemoti ke belakang yang biasa dipakai oleh owner ms glow. Kalau dulu mungkin kita juga sering bilang kalau hijab yang ditali ke belakang itu seperti hijabnya orang jualan di pasar,” ucap Arunia Ayliyah.

“Menurut saya juga sedikit kembali modelnya seperti zaman lampau, namun dibuat semakin modern tapi terlihat simple dan dijadikan lagi model baru yang inspirasinya dari hijab jaman dulu,” tambah Predita.

Bagaimana Mengikuti Trend Hijab yang Sedang Berlangsung?

Lutfia Nurfaizah mengungkapkan bahwa dirinya selalu tertarik untuk mengikuti perubahan gaya hijab yang terus berganti sejak sekolah dasar. “Mulai dari hijab yang aneh-aneh, mulai dari hijab wisuda yang ditumpuk-tumpuk beberapa lapis sampai sekarang yang simpel aku selalu mengikuti karena memang tertarik. Tapi yang terpenting daripada itu adalah aku pakai model hijab yang sesuai dengan karakterku, nyaman dipakai, dan sesuai dengan ketentuan,” ucap Lutfia.

Selain itu, Arunia juga bercerita mengenai gaya hijab yang dia kenakan. “Aku tidak terlalu mengikuti perkembangan zaman. Karena dari awal aku pakai kerudung, sekitar lima tahun yang lalu, itu kerudungku selalu pakai model yang sama.”

“Misalnya sekarang tren hijab instan, aku tidak mengikutinya karena aku menyesuaikannya dengan bentuk wajahku. Aku lebih sering pakai gaya yang cocok dengan diriku sendiri, semacam membuat gaya sendiri karena dengan begitu rasa percaya diriku semakin bertambah. Apalagi tantangannya banyak kalau pakai hijab. Cocok atau tidak dengan bajunya, juga dengan aksesorisnya itu. Jadi setelah berhijab, aku pasti pakai gaya sendiri dan aku percaya diri dengan itu. Apalagi hijab juga dilihat dari kerapiannya, jadi harus aku jaga banget agar citra dan kharismaku tetap terjaga.”

Apakah Gaya Hijab Itu Penting?

Tentu saja gaya hijab merupakan bagian yang penting dalam fashion, terutama bagi para tokoh publik yang penampilannya diperhatikan. Arunia Ayliyah juga menyetujui pernyataan bahwa gaya hijab sangatlah penting. Bukan hanya gayanya saja, tetapi kebersihan dan kerapihan saat membentuk atau melilitkan hijab juga harus diperhatikan, karena seseorang mungkin dapat menilai dari detail kecil.

“Aku selalu memperhatikan penampilanku, terutama kerudung, apakah cocok atau tidak di wajahku. Dengan cocoknya hijab di wajahku, itu mungkin akan menambah pesonaku juga, sehingga orang bisa tertarik dengan produk yang dipromosikan. Model hijab sangat penting,” ucapnya.

Gaya hijab yang sedang populer memang kembali ke masa lampau, namun penggunaannya tetap harus diperhatikan. Hanya mengikuti tren tanpa memperhatikan kesesuaian dengan bentuk wajah seringkali menghasilkan penampilan yang kurang baik. Bentuk wajah yang tidak cocok dengan gaya hijab dapat membuat penampilan terlihat tidak sempurna.

Lutfia Nurfaizah, Duta Hijab Radar Malang Ukhuwah 2022, memberikan pesan kepada generasi muda yang berhijab, bahwa “Hijab adalah mahkota yang harus kita jaga dan implementasikan melalui sikap yang baik. Jangan biarkan omongan buruk mengenai akhlak, sikap, dan perilaku kita muncul hanya karena kita berhijab. Oleh karena itu, kita harus lebih berhati-hati dalam berperilaku dan memperlihatkan hal-hal yang baik ketika menggunakan hijab.” -(AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *