HWDI Malang – Disabilitas Bukan Batas.

Resmi berdiri pada 9 September 1997 di Jakarta sebagai sebuah organisasi perempuan di bidang advokasi dan pemberdayaan, HWDI yang saat itu masih bernama HWPCI (Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia) hadir dengan misi melindungi serta memberdayakan para perempuan penyandang disabilitas di Indonesia yang seringkali dipandang sebelah mata, tidak mendapatkan perlindungan dan hak yang sama, hingga sulit mendapatkan pekerjaan. Maka dari itu terbentuklah HWDI untuk mewadahi bakat dan usaha UMKM para anggotanya.

HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) Malang sendiri berdiri pada tahun 2007 dan saat ini berpusat di Kecamatan Sukun Kota Malang. Selain Malang, terdapat dua wilayah lain yang termasuk menjadi bagian dari DPC (Dewan Perwakilan Cabang) yaitu wilayah Surabaya dan Pasuruan. Selain berfokus dalam menunjang ekonomi dan usaha UMKM anggota, HWDI berkolaborasi dengan banyak instansi pemerintahan, lembaga sosial, aparat, rumah sakit, hingga beberapa perusahaan guna melakukan pelatihan digital marketing serta untuk mencapai visi misi HWDI Malang yaitu mensejahterakan melalui kesejahteraan sosial antara penyandang disabilitas dan masyarakat lainnya. Sebagai contoh, dalam menggelar pelatihan digital marketing HWDI pernah berkolaborasi dengan Telkom serta Kampus UMKM Shopee Malang hingga Lembaga Swadaya Masyarakat asal Amerika yaitu Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat melalui event JAPRI (Jadi Pengusaha Mandiri).

Beberapa anggota pernah menjadi pembicara dalam seminar kesehatan. Hal ini tentu selaras dengan tujuan HWDI Malang untuk memberdayakan anggota serta menjadi potensi organisasi untuk menjadi komunitas yang mempelopori kesetaraan antara teman-teman difabel dan non-difabel yang juga selaras dengan jalur pergerakan HWDI Malang di bidang advokasi.

Selain itu, dalam sektor ekonomi, seluruh anggota HWDI Malang memiliki ketertarikan serta kelebihan di beragam bidang. Mayoritas anggota yang juga merupakan pelaku usaha UMKM berada di bidang fashion, kuliner serta handycraft. Ada juga yang bekerja sebagai penulis, buruh konveksi, Pegawai Negeri Sipil, akuntan perusahaan ekspedisi, hingga usaha laundry.

Dalam bidang kesehatan HWDI MALANG berkolaborasi dengan FOMI (Forum Malang Inklusi) untuk membuat Posyandu Disabilitas bagi penyandang disabilitas. HWD! MALANG menjadi salah satu pencetus program ini. Posyandu disabilitas yang di handle sendiri bertempat di Pakisaji, yang di kota yang mengelola adalah linksos (Lingkar sosial) di Polehan. HWDI MALANG berkolaborasi dengan RS Saiful anwar dengan memberikan MOU Mengenai pelayanan terhadap masyarakat disabilitas agar dapat pelayanan yang lebih baik dan lebih tepat. Kolaborasi ini ditujukan untuk membantu menyuarakan masyarakat disabilitas melalui HWDI MALANG agar memperlakukan masyarakat disabilitas lebih baik.

Dalam ranah pemerintahan, HWDI MALANG sendiri memiliki Relasi yang baik dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) salah satunya dengan BAPPEDA dan Dinas Sosial kota Malang, P3AP2KB atau Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan Kota Malang, Women Crisis Center Dian Mutiara.

Paruh tahun 2023, HWDI Malang berkolaborasi dengan Sahwahita Creative yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang akan menggelar acara HWDIdea (Inklusi, Dedikasi, dan Apresiasi) yang merupakan sebuah campaign kesetaraan disabilitas melalui tagar #SatuTanganSatuSuara yang rencananya akan digelar di Kawasan Ijen Kota Malang pada awal bulan Juli mendatang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *